Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, November 30, 2017

HUBUNGAN DENGAN TUHAN


Jangan berpikir bahwa dengan rajin pergi ke gereja itu dapat membuat kita selamat, belum tentu !
Sebab banyak orang kelihatan rajin pergi ke gereja tetapi mereka tidak berjumpa dengan Tuhan, yang mereka jumpai adalah liturgi tata cara dan upacara agamawi.
Kelihatan rohani tapi tidak pernah ada perubahan yang semakin serupa dengan Kristus.
Tidak pernah berubah karena memang tidak pernah berjumpa dengan Tuhan. Sebab orang yg berjumpa dengan Tuhan pasti hidupnya berubah kerena kuasa Tuhan sanggup mengubah hidup siapapun.

Bukan setiap orang yang berseru-seru kepada-Ku Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam kerajaan sorga, melainkan dia yang MELAKUKAN KEHENDAK BAPA-KU yang di sorga. 
Matius 7:21

Kalau hanya sebatas rajin pergi ke gereja, berseru nama Tuhan, menyanyi-nyanyi, melakukan pekerjaan missionary , kegiatan 2 pelayanan,, tepuk tangan, doa, kalau hanya sebatas rutiinitas saja, tanpa ada kehidupan yang melakukan kehendak Bapa maka akan bernasib sama dengan gambar dibawah ini BINASA !

Pergi ke gereja tapi binasa, karena memang gereja tidak dapat menyelamatkan, yang menyelamatkan adalah Tuhan Yesus Kristus.
Namun bagaimana Tuhan Yesus dapat menyelamatkan kalau orang tidak pernah berjumpa dengan Tuhan.
Harusnya hubungan dengan Tuhan itu menjadi hal yang prioritas dan bukan kegiatan, ritual, upacara agama yg monoton.

Dengan orang terus memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan setiap hari, maka ia akan di beri kepekaan untuk mengerti kehendak Bapa, dan melakukannya hingga tuntas selesai digaris finish. Inilah ibadah yang memiliki nilai dan kualitas yang kekal.
Jangan jadikan gereja hanya sebagai tempat ritual agamawi. Gereja harus jadi sarana untuk orang dapat berjumpa dengan Tuhan, sebab perjumpaan dengan Tuhan akan membuat orang semakin mengenal Tuhan, sehingga orang diselamatkan karena adanya sebuah hubungan dan pengenalan akan Tuhan.Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah 

Hos 4:6a
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah hang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yoh 17:3
Semua orang bisa membangun hubungan. Tapi hubungan yang berkwalitas adalah mengenal siapa Pribadi Tuhan itu sendiri dan hidup dalam kehendakNya yang sempurna.

Wednesday, November 15, 2017

Kalahkan Kejahatan Dengan Kebaikan


Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27b-28)
Mari kita perhatikan tiga kata penting dari ayat emas di atas yaitu:
  1. Berbuat baik
  2. Memberkati (berkatilah)
  3. Mendoakan
Bagian terpenting dari mengampuni adalah mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah benar-benar mengampuni seseorang? Mulailah dengan berdoa agar Tuhan memberkati orang tersebut. Kita juga akan mulai melihat luka hati yang dirasakan oleh orang tersebut. Ketika seseorang terluka hati maupun jiwanya, mereka cenderung untuk melukai orang lain juga. Seseorang yang terluka batinnya akan melukai orang lain (hurt people hurt people).

Ketika kita belajar untuk mengampuni, maka kita tidak hanya dapat melihat luka hati kita sendiri, tetapi juga dapat melihat luka hati orang yang kita ampuni. Dengan demikian kita akan memahami mengapa mereka melakukan hal-hal yang melukai hati kita seperti misalnya memperlakukan kita dengan buruk, egois dan tidak memperhatikan perasaan kita, menyakiti kita melalui sikap dan perkataan dan lain sebagainya. Anda dan saya dapat mendoakan orang tersebut, bahkan kita dapat berdoa agar Tuhan memberkati dia.
Mungkin Anda akan dengan sigap berkata, “Kamu tidak tahu bagaimana dia telah sangat melukai hati saya,” Memang benar, saya ataupun orang lain tidak tahu. Dan kami merasa simpati atas apa yang sudah Anda alami dan lalui. Tapi satu hal yang harus kita ingat adalah : “Kita tidak akan pernah dapat melanjutkan hidup kita kecuali kita mengampuni dan melepaskan semua luka hati kita.” Ini bukan berarti bahwa Anda harus melupakannya begitu saja. Artinya, Anda  melepaskan hak Anda untuk “menyamakan kedudukan” (membalas apa yang sudah dia lakukan kepada Anda) dan mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.
Bagaimana caranya? Hanya ada satu cara untuk melakukan hal di atas. Anda dan saya harus dipenuhi dengan Kasih Kristus.
Ketika Anda dan saya menyimpan kesalahan orang lain, artinya kita tidak mengasihi. Tetapi ketika kita melepaskan semua luka hati kita dan memberkati mereka yang telah melukai hati kita, itu berarti kita sedang membiatkan kasih Allah bekerja di dalam dan melalui kita. Kita dapat berkata, “Ya, Saya bisa melakukannya!” Itulah sebabnya kita memerlukan Tuhan Yesus dalam setiap langkah hidup kita, karena hanya dengan pertolonganNya saja kita dapat melakukan semua itu.
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 5:14-15)

Tuesday, November 14, 2017

KUAT DI DALAM TUHAN


Bacaan Alkitab : Yesaya 40 : 28-31

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya”
(Efesus 6:10).

Ayat ini merupakan panggilan Tuhan bagi kita semua, yaitu menjadi kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Sebagai orang percaya kita semua memerlukan kekuatan. Sebab itu, kita sangat perlu kuasa Allah. Rasul Paulus mendorong Timotius, anak rohaninya, agar menjadi kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus (II Timotius 2:1). Sesungguhnya kita tidak layak menerimanya, tetapi oleh kemurahan Tuhan, saudara dan saya bisa memperoleh kekuatan Allah.

Yesus Kristus adalah sumber kekuatan yang sangat besar. Untuk mendapatkan kekuatan itu, kita harus mempunyai hubungan yang erat dengan Dia. Tanpa persekutuan dengan Dia, tak mungkin kita meiliki kekuatan-Nya. Tuhan telah menyediakan jalan atau cara agar saudara dan saya kuat di dalam Dia. Adapun jalan itu adalah :
Kemurahan Yesus. Alkitab berkata, oleh anugerah, kita telah diselamatkan oleh iman. Meski kita tidak dapat memahaminya, tetapi kita bisa mengalami kemurahan Allah.
Firman Allah. Tuhan Yesus berkata, manusia bukan hidup dari roti saja, melainkan dari Firman yang keluar dari mulut Allah. Firman Allah itu hidup dan berkuasa, lebih tajam daripada pedang bermata dua (Ibrani 4:12). Untuk menerima kuasa dan kekuatan Firman Allah kita akan mampu mengalahkan Iblis.

Kuasa Roh Kudus. Tuhan Yesus berjanji, bahwa kita akan beroleh kuasa untuk menjadi saksi bagi-Nya, apabila Roh Kudus turun ke atas kita (Kisah 1:8). Dengan kuasa Roh Kudus, gereja mula-mula telah menjangkau banyak orang dari generasi mereka.
Kehadiran Tuhan. Tuhan berjanji, Ia akan menyertai kita sampai kesudahan alam. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita (Ibrani 13:5). Kita harus sadar, bahwa Tuhan ada dan senantiasa berjalan bersama kita. Oleh sebab itu, kita tidak perlu takut atau kuatir.
Persekutuan Orang Beriman. Untuk menjadi kuat di dalam Tuhan, kita perlu bersekutu dengan sesama orang percaya. Gereja mula-mula senang berkumpul dan bersekutu, dan Allah bekerja di tengah-tengah mereka. Pengalaman yang luar biasa terjadi ketika orang percaya bersekutu dalam doa.

Untuk mengalami kuasa dan kekuatan Allah, kita harus mencurahkan banyak waktu untuk bersekutu (Fellowship) dengan-Nya, dan berpeganglah pada janji Allah bahwa Ia akan menyatakan kuasa-Nya di dalam hidup kita dan dengan demikian melengkapi segala keperluan kita.

(Sumber : Renungan Harian Kristen)

Wednesday, April 1, 2015

Tuhan Mati di Kayu Salib Untuk Orang Berdosa

Saat merayakan Paskah, kita mengingat bagaimana penderitaan Tuhan di kayu salib untuk umat manusia yang berdosa. Bagi banyak orang, penyaliban dan kebangkitan Kristus adalah sesuatu yang begitu sering didengar di gereja sehingga sudah menjadi hal yang biasa. Padahal ini merupakan peristiwa luar biasa yang menjadi pusat pemberitaan Kabar Baik dalam misi. Mari kita renungkan lagi apa yang terjadi di bukit Golgota.

Setelah sampai di bukit yang terkenal di luar kota Yerusalem itu, para prajurit menanggalkan pakaian Yesus, kecuali kain lenan. Dalam persiapan pemakuan tangan dan kaki-Nya, punggung-Nya direbahkan ke tanah untuk disalibkan. Luka-luka cambukan di tubuh-Nya sobek kembali dan terkontaminasi dengan tanah kotor. Para tentara kemudian merentangkan kedua tangan-Nya, mengambil sebuah paku yang besar, dan memakunya dengan sebuah paku tunggal di antara tulang pergelangan tangan-Nya. Pemakuan pada kedua pergelangan tangan ini akan mengenai syaraf median yang dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa di kedua tangan-Nya.

Setelah itu, Yesus diangkat bersama dengan patibulum untuk disatukan dengan tiang tegak; kedua kaki-Nya disatukan, lalu tulang kaki-Nya dipaku untuk memberikan suatu "pijakan" atau "tumpuan" sehingga menopang-Nya untuk melakukan pernafasan. Dalam usaha mempercepat kematian korban penyaliban, para tentara biasanya mematahkan kedua kaki korban sehingga tidak dapat mengangkat tubuhnya untuk bernafas.

Sesudah pemakuan selesai, tubuh-Nya tergantung agak longgar ke bawah karena pengaruh gaya gravitasi bumi dan tangan-Nya yang terentang kuat menahan berat. Pernafasan yang pas-pasan didapatkan dengan mengangkat tubuh melalui dorongan kaki-Nya dan mengendurkannya dengan menekuk siku tangan berkali-kali. Pengenduran siku ini akan menyebabkan perputaran pada pergelangan tangan-Nya yang dipaku. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa sehingga dapat menghancurkan syaraf median. Itu sebabnya pendarahan terus terjadi selama penyaliban. Naik-turunnya tubuh dalam setiap respirasi menyebabkan luka-luka cambukan di tubuh-Nya bergesekan dengan tiang salib yang kasar. Menarik nafas merupakan suatu penderitaan dan kesakitan yang luar biasa bagi-Nya, namun justru di saat itulah Kristus mengucapkan tujuh perkataan-Nya.

Para tentara dan orang banyak yang berkumpul di situ terus mengejek Yesus sepanjang siksaan penyaliban. Hal ini menunjukkan bahwa salib bukan hanya alat untuk menyiksa dan menghukum mati seseorang, tetapi juga sebagai alat untuk mempermalukan orang tersebut di depan umum. Lalu, pada jam dua belas siang, terjadi kegelapan yang meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai kira-kira jam tiga sore. Kemudian Yesus berseru dengan suara nyaring, "Sudah selesai," (Yoh. 19:30) lalu Ia menyerahkan nyawa-Nya (Luk. 23:45).

Karena orang Yahudi tidak menginginkan mayat tergantung di salib sebelum matahari terbenam, mereka meminta Pilatus untuk mempercepat kematian dari ketiga orang yang disalibkan. Tetapi ketika mereka menghampiri Yesus dan melihat bahwa Dia sudah mati, kedua kaki-Nya tidak dipatahkan. Sebagaimana prosedur yang berlaku, seorang prajurit menikam rusuk-Nya, kemungkinan dengan tombak infanteri, dan seketika mengalir darah dan air dari tubuh-Nya. Mereka tidak akan mengambil risiko dengan membiarkan korbannya tetap hidup karena konsekuensinya sangatlah berat. Oleh karena itu, mereka harus memastikan kematian orang yang tersalib itu sebelum diturunkan dari tiang salib. Dan saat itu, Yesus memang sudah mati.

Dia bersedia menderita dan melakukan semua ini bagi kita, orang yang berdosa; membukakan pintu bagi kita kepada Allah Bapa di surga. Karya Tuhan ini ditujukan bagi manusia dari latar belakang apa saja. Inilah Kabar Baik yang diberitakan lewat misi sedunia.

Sumber : Sabda.org

Wednesday, March 25, 2015

Berani Tampil Beda

 berani-tampil-beda


Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” 2 Timotius 2:22
 
Dalam perkembangan jaman yang semakin cepat di era globalisasi saat ini membuat anak-anak muda berusaha tampil dengan mengikuti tren yang sedang berkembang. Kecenderungan anak-anak muda adalah berusaha untuk bisa mendapat pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Mereka berusaha agar dapat diterima dalam lingkungan pergaulannya yaitu dengan cara mengikuti tren yang ada saat ini. Jika mereka tidak mengikuti tren yang sedang berkembang, maka mereka akan dianggap ketinggalan jaman dan kurang pergaulan.

Banyak hal yang bisa dianggap tren bagi anak muda, mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, cara berdandan/bergaya, gaya hidup, tempat jalan-jalan, tempat hiburan, tempat berbelanja, barang-barang mewah, musik, film, teknologi gadget, internet, bahkan sampai kepada kebiasaan buruk yaitu merokok hingga kepada dunia gemerlap (kehidupan malam).

Tekanan dari teman-teman sering dialami bagi anak-anak muda yang tidak mau mengikuti tren-tren itu. Bukan suatu hal yang mudah untuk menolak atau tidak mengikuti tren yang ada.
Sebagai anak muda yang mengenal Tuhan, tentunya harus dengan cermat mengikuti tren-tren yang ada. Anak-anak muda harus pintar-pintar memilih tren apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi mereka, agar tetap berjalan dalam kehendak Tuhan dan tidak menyimpang dari jalanNya.

Bagaimana agar anak-anak muda dapat tetap di dalam Tuhan dan berani tampil berbeda dengan dunia ini?
1. Hidup sesuai dengan Firman Tuhan
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. ” Maz 119:9




Hanya dengan Firman Tuhan-lah seorang anak muda dapat mempertahankan jalannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Firman Tuhan akan menerangi setiap sisi kegelapan yang ada. Tuhan akan memberi hikmat bagi anak-anak muda, tren apakah yang sesuai dan tidak sesuai dengan kehendakNya.

Tidak mengikuti tren yang tidak sesuai dengan jalanNya bukan berarti akhir dari kehidupan. Tetapi ketika anak muda memilih untuk tidak mengikuti tren yang ada dan lebih mementingkan kehendak Tuhan dalam dirinya, maka dia akan memperoleh harta yang paling berharga di dunia ini.

Menjadi umat Tuhan bukan berarti kita menjadi orang yang kurang pergaulan, tetapi lebih kepada menjadi orang yang mempunyai integritas untuk menyatakan ya di atas ya dan tidak di atas tidak. Menjadi orang yang berani untuk menolak ajakan maupun kebiasaan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan dan siap menerima segala resiko dengan menolak ajakan tersebut.

2. Menjauhi Hawa Nafsu
Dalam 2 Timotius 2:22 jelas sekali dikatakan untuk menjauhi segala nafsu orang muda. Segala keinginan untuk memenuhi hawa nafsu hanyalah membawa kepada kebinasaan. Hawa nafsu akan terus menyerang kehidupan anak-anak muda. Oleh karena itu setiap keinginan yang muncul haruslah diserahkan kepada Yesus Tuhan. Tidak setiap keinginan harus dimiliki saat itu juga atau bahkan ada keinginan-keinginan tertentu yang harus ditolak karena tidak sesuai dengan FirmanNya.

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. ” 1 Yoh 2:16

Mintalah kepadaNya agar Dia memberi kekuatan untuk dapat menolak setiap hawa nafsu yang ada.
Berjalanlah sesuai dengan Firman Tuhan, dan tetap setia dalam setiap langkah yang diambil baik dalam pergaulan maupun aktifitas apapun. Hidup di dalam kasih Tuhan dan tetap memelihara damai di dalam kehidupan kita.

3. Menjadi Teladan
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” 1 Tim 4:12

Sebagai anak muda bukan berarti tidak bisa menjadi teladan. Justru selama menjalani masa muda harus mulai bisa menunjukkan bahwa kita adalah teladan yang patut ditiru baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih kepada sesama, kesetiaan kepada Tuhan dan dalam kesucian hidup yang berani untuk menolak segala kecemaran yang ada.

Tuhan akan memampukan setiap anak muda agar dapat hidup seturut dengan kehendakNya sehingga dapat menjadi teladan bagi teman-teman pergaulannya.
.
Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. ” Maz 127:4-5

Sumber : Pelita Hidup.com

Friday, March 6, 2015

Bertumbuh & Berbuah Sesuai Dengan Rencana Allah

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:1-2

Pohon anggur digunakan oleh Tuhan Yesus untuk menggambarkan seperti apa kehidupan kita dan hubungannya dengan Dia. Agar dapat tumbuh dengan baik, pohon anggur membutuhkan kondisi iklim dan tanah yang khusus. Pohon anggur juga membutuhkan perawatan yang seksama agar dapat memberikan buah yang memiliki kualitas terbaik.

Itulah sebabnya Tuhan menggambarkan kehidupan kita seperti pohon anggur. Kehidupan kita memerlukan kondisi yang dapat mendukung pertumbuhan rohani kita, agar dapat bertumbuh sesuai dengan rencana Allah.

Hidup kita juga membutuhkan perawatan agar dapat menghasilkan buah-buah rohani yang berkualitas, sehingga buah-buah tersebut dapat dinikmati oleh orang banyak.
Melalui kitab Yohanes pasal 15 ini, ada dua hal yang bisa kita ambil sebagai pedoman, agar kita dapat bertumbuh sesuai dengan rencana Allah.

1. Rela Dibersihkan

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:2

Setiap pohon anggur yang bertumbuh, akan selalu dibersihkan oleh pemiliknya. Daun dan ranting yang kering dipotong, agar tidak mengganggu pertumbuhannya. Ranting yang berbuah dibersihkan daun-daun yang tidak perlu, sehingga buah yang dihasilkan dapat bertumbuh dengan baik.
Begitu pula dengan kehidupan kita, ada hal-hal yang dapat mengganggu pertumbuhan rohani kita. Bahkan akan menghalangi kita untuk dapat menghasilkan buah yang baik.

Melalui kejadian demi kejadian, Tuhan akan membersihkan kehidupan kita. Hal-hal yang tidak berkenan dengan Firman Tuhan harus dihilangkan dari pertumbuhan kehidupan rohani kita. Dengan demikian kita akan menghasilkan buah-buah roh, yang dapat dinikmati oleh orang banyak.




Untuk itu kita harus memiliki hati yang rela untuk dibersihkan oleh Tuhan. Janganlah kita mengeraskan hati kita ketika berada dalam proses pembersihan. Masalah demi masalah yang kita hadapi merupakan cara bagi Tuhan untuk membersihkan kehidupan kita. Mari kita belajar untuk mengetahui, melalui suatu masalah, bagian mana dari kehidupan kita yang sedang Tuhan bersihkan.

Relakan hidup kita untuk dibersihkan oleh Tuhan, agar kita dapat menghasilkan buah roh yang Tuhan kehendaki.

2. Tetap Dekat Dengan Tuhan

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Yohanes 15:4

Ranting-ranting yang menempel pada pokok anggur akan terus mendapat nutrisi yang dibutuhkannya. Nutrisi tersebut yang akan menghidupi ranting-ranting yang masih melekat pada pokok anggur. Sampai kepada proses pertumbuhan buah, nutrisi akan terus dibutuhkan agar buah dapat bertumbuh dengan baik.

Ranting-ranting yang sudah terlepas dari pokok anggur tentunya tidak akan mendapat asupan nutrisi lagi. Ranting itu akan menjadi kering dan tidak akan mengeluarkan buah lagi. Ranting yang kering hanya akan dilempar ke dalam api dan dibakar.

Kita perlu tetap melekat kepada Tuhan. Hanya dekat Dia saja kita dapat tetap bertumbuh dan mendapat asupan rohani yang baik. Dan tentunya kita akan menghasilkan buah roh dalam kehidupan kita.

Membaca, merenungkan Firman Tuhan dan berdoa setiap hari akan membuat kita tetap melekat kepada Tuhan. Firman Tuhan akan menerangi kehidupan kita dan memberi kekuatan agar kita dapat terus bertumbuh di dalam kebenaran.

Jika karena kesibukan aktivitas dan pekerjaan kita sehingga kita mulai mengabaikan untuk membaca Firman Tuhan dan mulai menunda-nunda untuk berdoa, maka sudah dapat dipastikan bahwa kita mulai menjauh dari Tuhan. Hati-hati dengan keadaan seperti ini, karena kita tidak akan mendapatkan nutrisi rohani yang kita butuhkan. Keadaan ini akan membuat kita mati secara rohani dan tidak akan menghasilkan buah roh yang Tuhan kehendaki.

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” Yakobus 4:8

Walaupun keadaan tidak mendukung dan kondisi kita melemah, tetaplah mendekat kepada Tuhan, Dia akan menolong kita dan memberi kita kekuatan. Bahkan Dia akan mengangkat kita dan memberikan kemenangan demi kemenangan dalam berbagai masalah dan pencobaan. Dia akan membuat hidup kita bersinar terang dan memancarkan kebenaran bagi setiap orang di sekitar kita. Kita akan menghasilkan buah-buah roh untuk dapat dinikmati oleh orang banyak. Haleluya!

“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!” Mazmur 28:7-8

“TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.” Mazmur 118:14

Sumber : Pelita Hidup.Com

Wednesday, February 18, 2015

Yesus Adalah Penolong dan Penghibur Yang Setia

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Mazmur 42:6
Bacaan: 2 Tawarikh 20:1-26

Seberapa banyak umat Kristen yang senantiasa berada dalam masalah? Tentu semua umat Tuhan akan menghadapi berbagai masalah selama kita masih hidup. Tidak ada satupun yang dapat hidup tanpa melalui masalah.

Yang paling penting adalah bagaimana kita menjalani dan keluar dari masalah itu? Apakah kita akan menggunakan kekuatan kita sendiri untuk berusaha keluar dari masalah tersebut? Apakah kita akan menggunakan cara-cara duniawi yang tidak berkenan kepada Tuhan untuk cepat keluar dari masalah tersebut?

Yosafat memberi kita pelajaran yang berharga bagi kita pada saat kita mendapat masalah dan tekanan yang begitu berat. Yosafat mengajarkan kita untuk berharap kepada Tuhan yang merupakan penolong dan penghibur yang setia.
Apa yang dilakukan Yosafat pada saat mendapat masalah yang begitu berat?

1. Cari Tuhan

Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.” 2 Tawarikh 20:3a
Yosafat mendapat serangan dari musuhnya pada saat itu. Dia tahu bahwa musuhnya merupakan lawan yang berat. Dia menjadi sangat ketakutan, tetapi dia mengambil keputusan yang tepat pada saat itu, mencari Tuhan.

Seberapa besar kekuatan yang kita miliki? Seberapa mampu kita mengatasi masalah yang kita hadapi? Ada saat-saat dimana kita tidak dapat mengatasinya dengan tenaga dan kekuatan kita sendiri. Datanglah pada Tuhan, carilah wajahnya. Biarlah mata kita tertuju kepadanya. 

Jangan tergiur dengan cara-cara duniawi yang memberikan jalan pintas. Mungkin pada awalnya cara-cara seperti itu memberi jalan keluar, tetapi semua hal duniawi hanya akan membawa kita kepada kehancuran.

Tuhan ingin agar kita datang kepadaNya. Tuhan rindu agar kita mendekat kepadanya. Datanglah pada Yesus, maka Dia akan menolong dan menghibur diri kita.

2. Mata Tertuju Kepada Tuhan

Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” 2 Tawarikh 20:12b

Musuh yang datang menyerang Yosafat dan bangsanya merupakan laskar yang sangat besar, yang susah untuk dikalahkan. Walau demikian, Yosafat tidak fokus kepada lawannya yang berat itu, tetapi Yosafat belajar untuk memfokuskan dirinya kepada Tuhan. Dia tidak melihat apa yang ada di depan matanya. Dia belajar untuk mengarahkan matanya kepada Tuhan.
Arahkan mata iman kita kepada Yesus. Jangan terpengaruh oleh keadaan sekeliling kita. Walaupun keadaan tidak berjalan seperti yang kita inginkan, tetap arahkan mata kita kepada Yesus.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 11:1
Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.” 2 Tawarikh 20:15b

Kita dapat melihat bahwa Tuhan memberikan kemenangan besar kepada Yosafat. Mari belajar untuk percaya kepada Tuhan. Berharaplah kepada Tuhan, maka Dia akan memberikan jawaban bagi setiap masalah yang kita hadapi.

Di saat tidak ada yang menolong, Yesuslah pengharapan kita. Dia yang menolong dan menghibur kita. Dia adalah Tuhan yang setia, yang tidak akan meninggalkan kita. Dia akan menyertai jalan hidup kita, Dia akan menuntun kita dan memberi kita kekuatan. Dia menghibur kita di saat kita sedih dan berada dalam kesesakan.

Badai kehidupan boleh datang menerpa, tetapi kita tidak boleh takut. Walaupun secara fisik kita tidak melihat perubahan apapun, kita harus belajar beriman bahwa Dia, Yesus, sedang mengulurkan tangannya untuk menolong kita. Dia selalu ada bagi kita. Haleluya!
.
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.” Mazmur 46:2-4

Sumber : pelita hidup.com

Tuesday, January 27, 2015

HATI SUMBER KEHIDUPAN

Seorang kaya mengatakan bahwa sumber kehidupan dia dan keluarga besarnya adalah uang. Dengan uang mereka bisa bersenang-senang dan juga melakukan berbagai macam hal luar biasa yang orang lain tidak pernah lakukan. Itulah arti sebuah uang bagi seorang kaya tersebut.

Suatu saat dia merasakan kegundahan dalam hatinya. Ada rasa tidak tenang dan ketakutan terhadap sesuatu. Makin hari, kondisi fisiknya semakin memburuk dan dia tetap saja merasa terbeban akan sesuatu hal. Dia mengeluarkan banyak uang uang untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Dia ingin kehidupannya bisa kembali seperti dahulu namun semua sia-sia.

Perlu kita sadari bahwa saat kita gagal menjaga hati dar hal-hal buruk, maka akan mempengaruhi seluruh kehidupan kita keran sumber kehidupan manusia adalah hati. Ketka sukacita dan damai sejahteranya itu hilang, maka kehidupan kita akan runtuh.

Oleh sebab itu kita harus tetap percaya dan memiliki iman yang teguh kepada Tuhan Yesus. Karena tidak ada apapun yang sanggup menolong kita selain pertolongan yang daripada Tuhan saja. Serahkanlah seluruh kehidupan kita kepada-Nya maka Dia yang akan memelihara kita.

Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
Mazmur 86:2

SUMBER ARTIKEL:
http://www.renunganhariankristen.net/hati-sumber-kehidupan/

Wednesday, February 5, 2014

Bagaimana Caranya Agar Bisa Bersyukur?

Bagaimana Caranya Agar Bisa Bersyukur
Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya adalah “Bagaimana caranya bersyukur?” Jujur, pertanyaan ini menurut saya adalah pertanyaan yang sangat membingungkan. Bagaimana orang bisa tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan “Tuhan Yesus, terimakasih atas semuanya, aku bersyukur atas semua yang terjadi”. Tentu semua orang dapat mengucapkan kalimat tersebut yang artinya semua orang tahu bagaimana caranya bersyukur. Yang jadi masalah adalah, tidak semua orang dapat dengan mudah mau dan bisa mengucapkan kalimat tersebut. Yang artinya tidak semua orang mau dan bisa untuk selalu bersyukur. Jadi sesuai judul, saya tidak akan membahas bagaimana caranya bersyukur karena semua orang tahu caranya, namun saya akan membahas bagaimana caranya agar kita semua dapat bersyukur apapun yang terjadi.

Banyak orang mengira jika keadaannya menjadi baik maka mereka akan dapat dengan mudah bersyukur. Pada kenyataannya tidak sedikit orang yang saat keadaannya menjadi sangat baik mereka lupa kepada Tuhan dan pada akhirnya tidak bersyukur juga. Lebih parahnya tidak sedikit juga yang pada saat keadaannya menjadi baik malah menuntut agar keadaannya menjadi lebih baik lagi, tidak sedikit yang malah mengeluh karena masih merasa kurang puas dengan segala kebaikan yang sudah ada di dalam dirinya.
Setidaknya ada dua keadaan yang orang sangka dapat mempengaruhinya agar dapat bersyukur. Yang pertama adalah keadaan materi yang baik, misalnya keuangan yang berlebih, punya banyak rumah, punya banyak perhiasan, punya banyak mobil, dan lain sebagainya. Yang kedua adalah keadaan tanpa masalah, banyak orang berpikir hidupnya akan sempurna jika mereka tidak mempunyai masalah. Benarkah keadaan dapat membuat kita dapat bersyukur?

Benarkah kekayaan materi dapat membuat kita dapat bersyukur?
Banyak orang yang menyangka dengan keadaan materi yang berlimpah – limpah dapat membuat mereka dapat merasa puas dan lebih bersyukur. Benarkah demikian. Saya tahu dua orang yang merupakan dua orang terkaya yang pernah hidup di dunia ini. Dua orang ini memiliki seisi dunia. Makanan mereka melimpah, tidak mungkin pernah habis. Bahkan mereka dapat berkomunikasi dengan Allah secara langsung. Kehidupan mereka sempurna, tidak ada polusi, tidak ada tangisan, tidak ada sakit penyakit. Mereka kaya dari segi tubuh, jiwa, maupun roh mereka. Ya, mereka adalah Adam dan Hawa. Bisa dikatakan Adam dan Hawa adalah manusia paling kaya yang pernah hidup, mereka memiliki seisi dunia. Tetapi Anda semua pasti tahu apa yang terjadi bukan? Ya, ternyata mereka berdua tidak puas dengan apa yang mereka miliki. Hal ini terbukti bagaimana mereka bisa tergoda oleh iblis untuk memakan buah pengetahuan yang baik dan yang buruk yang merupakan satu – satunya buah yang dilarang oleh Allah. Jika Adam dan Hawa dapat lebih bersyukur, mereka tidak akan merasa butuh untuk memakan buah itu, karena toh mereka sudah punya seisi dunia, mereka masih punya banyak buah – buahan lain yang pastinya enak dan lezat.

Jadi jangan sampai kita terjebak oleh tipu muslihat iblis dengan berkata “Jika aku nanti sudah punya dua rumah, baru deh saya bisa puas”. Saya yakin sekaya apapun kita, kita tidak akan pernah puas. Rasa puas bisa terjadi kalau kita bersyukur terlebih dahulu. Jadi kita dapat simpulkan bahwa kekayaan materi sebenarnya tidak dapat benar – benar membuat kita bersyukur.

Tuhan Yesus sendiri tidak pernah menjanjikan kalau hidup kita akan selalu diberkati. Pasti terkadang ada masa – masa sulit yang perlu kita jalani. Ya memang saya yakin jika kita di dalam Kristus kita akan hidup di dalam kelimpahan. Tapi sayang hampir semua orang percaya mereka akan diberkati di dalam Kristus namun tidak tahu apa kewajiban mereka. Belajar dari bangsa Israel di perjanjian lama, saya berkesimpulan bahwa kita akan diberkati jika kita melakukan perintah Tuhan dan tetap setia di dalam Tuhan. Jadi kita tidak boleh begitu saja percaya kalau kita akan diberkati, kita juga harus melalukan bagian kita dengan berusaha keras dan menjalankan perintah-Nya. Jika memang ternyata kita dalam masa – masa sulit dalam keuangan, ada dua kemungkinan, yang pertama Tuhan mau lihat bagaimana iman kita seperti yang terjadi pada Ayub, atau kemungkinan yang kedua adalah kita berbuat dosa dengan berpaling dari Tuhan Yesus.
Saya mencatat hanya ada 2 hal yang dijamin oleh Tuhan Yesus kalau kita tidak akan kekurangan, yaitu makanan dan minuman serta pakaian.
Matius 6:25-31  Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Jadi jika kita sudah cukup dalam hal makanan dan minuman serta pakaian, seharusnya kita sudah dapat bersyukur. Loh rumah kok ga termasuk? Ya, memang rumah tidak termasuk. Jadi kita seharusnya bisa bersyukur walaupun kita masih mengontrak rumah. Lagipula Tuhan Yesus sendiri tidak punya rumah kok. Jadi bersyukurlah kalau belum punya rumah berarti mirip dengan Tuhan Yesus.
Matius 8:20  Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Benarkah jika hidup tanpa masalah akan membuat kita dapat bersyukur?
Percayalah sama seperti penjelasan sebelumnya, jika hidup kita tidak mempunyai masalah sekalipun tidak akan membuat kita dapat lebih mudah bersyukur. Malahan dengan banyaknya masalah yang terjadi akan membuat kita dapat bersyukur. Untuk pembahasan ini sudah saya bahas di dalam satu artikel khusus yaitu Kenapa Tuhan Mengizinkan Adanya Masalah?

Jadi bagaimana sebenarnya agar kita bisa bersyukur?
Setelah pembahasan panjang, ternyata belum ada kesimpulan sama sekali bagaimana caranya agar bisa bersyukur. Yang pasti bersyukur atau tidak bersyukur itu bukanlah tergantung pada keadaan. Bersyukur atau tidak itu tergantung dari respon hati. Respon hati itu pilihan. Jadi untuk kita bisa bersyukur caranya adalah PILIHLAH UNTUK BERSYUKUR. Keadaan yang ada sekarang mungkin saja tidak dapat kita ubah, tetapi kita dapat merubah respon hati kita. Jika sebelumnya setiap kali ada masalah kita mengeluh, kita bisa bersyukur. Kita tidak bisa bersyukur bukan karena kita tidak bisa, tetapi karena kita tidak mau memilih untuk bersyukur. Jadi setiap hari dalam kehidupan kita, dalam keadaan seperti apapun, kita harus tetap mengucap syukur.
1 Tesalonika 5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Ya, Tuhan Yesus menghendaki kita agar kita dapat bersyukur DALAM SEGALA HAL. Dalam segala hal artinya ya dalam segala keadaan, apapun yang terjadi. Jadi ayo kita mulai memilih untuk bersyukur apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita. Percayalah penuh kepada Tuhan Yesus yang selalu menjaga kita apapun yang terjadi. Jika kita dapat percaya akan penyertaan-Nya yang ajaib, tentu tidak sulit untuk kita bisa mengucap syukur.


-N.L.H-

Sumber : Tanya Alkitab.blogspot.com

Wednesday, January 29, 2014

Serahkan Segala Bebanmu Hanya Kepada Tuhan

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Matius 6:25
Bacaan: Matius 6:25-34
Tiada seorang pun yang dapat hidup tanpa kekuatiran;  tidak satupun yang kebal dari kekuatiran.  Jika seseorang berkata bahwa dia tidak peduli akan apapun di dunia ini, maka dia ada dalam penyangkalan.  Yang menjadi pertanyaan:  apa yang dapat kita lakukan dengan kekuatiran kita?

Sebelum kita belajar tentang kebenaran firman Tuhan dan mencari tahu apa yang dapat kita perbuat terhadap kekuatiran kita, kita perlu tahu sesuatu tentang kekuatiran itu sendiri.  Kekuatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi.  Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan.  Merasa kuatir berarti merasa cemas, bingung dan pikirannya terbagi-bagi.
Apa yang harus kita perbuat ketika rasa kuatir menyerang pikiran kita? 
Rasul Paulus menasihati,  “… nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”  Filipi 4:6-7

Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya merasa kuatir karena Tuhan, Allah kita sanggup memberkati dan menjaga kita.  Ketika kita kuatir kita sedang berupaya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah.  Mampukah kita?
Tuhan bertanya,  “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”  Matius 6:27

Tidak ada gunanya memelihara kekuatiran yang justru akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri.  Ada tertulis:  “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,”  (Amsal 12:25);  kekuatiran membuat kita kehilangan sukacita dan menderita sakit.



Untuk menang terhadap kekuatiran, kita harus mempercayai Tuhan dengan segenap hati.  Rasul Petrus menasihati,  “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”  (1 Petrus 5:7).  Ketika dihadapkan pada kelemahan-kelemahan, setiap kita memiliki pilihan:  menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan mempercayaiNya dengan sepenuh hati, atau berusaha mengatasi kekuatiran itu dengan usaha kita sendiri.

Janganlah kita mengeraskan hati dengan memikul beban dengan kekuatan sendiri, tetapi serahkanlah kepada Tuhan!

Sumber : Pelita Hidup.com

Thursday, October 17, 2013

Iman Dan Perasaan

Perbedaan Iman Dan Perasaan

Beda Iman Dan PerasaanRoma 1:16-17 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman.’”

Mengapa seseorang yang dapat mengubah keyakinannya secara radikal (atau terlihat radikal) dan sangat bersemangat dengan iman barunya, tiba-tiba menyerah begitu saja? Pada awalnya, orang itu sepertinya mengalami perubahan yang paling menakjubkan, tapi tiba-tiba, ia berhenti dan kemudian melangkah pergi. Bagaimana itu bisa terjadi?

Saya berpendapat bahwa orang tersebut sesungguhnya dari awal tidak berniat mengubah keyakinannya. Ini bukan tentang perasaan sesaat, melainkan tentang ujian waktu. Jika seseorang adalah orang Kristen sejati, maka ia akan melanjutkannya – meskipun tidak sempurna dan bercacat cela dalam menjalani kekristenannya. Bahkan seorang Kristen pun bisa saja tersesat untuk sementara waktu.

Tetapi bagi seseorang yang benar-benar percaya, maka ia akan selalu kembali. Jika mereka pergi dan tidak pernah kembali, maka mereka bukan orang percaya. Seperti pada 1 Yohanes 2:19 dikatakan, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.”

Bisa jadi mereka membangun iman mereka diatas pengalaman emosional, dan bisa saja timbul perasaan dalam mengalami perubahan keyakinan, meskipun tidak selalu terjadi. Tapi Anda tidak bisa membangun hidup Anda diatas perasaan sesaat, karena perasaan atau emosi datang dan pergi. Seseorang yang berharap merasakan kehidupan Kristen yang mengebu-gebu setiap harinya, akan kecewa ketika mereka bangun pagi dan tidak merasakan apa-apa. Maka itulah saatnya bagi mereka untuk mulai tumbuh dan berjalan dengan iman, bukan dengan perasaan.

Roma 1:17 mengatakan, “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Namun beberapa orang membangun seluruh relasi mereka dengan Tuhan diatas pengalaman emosional, dan ketika perasaan itu tidak ada, mereka menyerah. Mereka membangun hidup mereka di atas dasar yang salah.

Sumber :  Christian Story.com

Tuesday, September 17, 2013

Memiliki Iman Bagai Seorang Bayi

Memiliki Iman Bagai Seorang Bayi
“Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Lukas 11:10
 
Bagaimana kita menerima makanan rohani yang kita butuhkan dari Tuhan? Jawabannya sederhana; Kita harus memiliki iman bagai seorang bayi kecil.

Ketika bayi menangis meminta makan, dia tahu ibunya tidak akan berpikir sedikitpun untuk menolak dia. Tuhan menciptakan bayi itu sehingga dia tahu bahwa kalau dia menangis, ibunya akan menjawab. Dia mengharapkan jawaban dan dia mendapatkannya. Demikian juga, jika kita sebagai anak-anak Bapa surgawi, meminta susu, Dia pasti tidak akan memberi kita ular atau sesuatu yang lain (Lukas 11:10-13).

Apa yang membuat air susu ibu keluar? Saat bayi menghisap, udara di dalam mulutnya menjadi vakum, sehingga dapat menarik susu keluar. Doa adalah menciptakan keadaan vakum, ruang kosong di dalam hati kita, yang akan diisi oleh Tuhan.

Ketika bayi masih sangat kecil, ibunya harus memberikan nutrisi makanan kepadanya dan menunjukkan tempatnya dimana. Tapi saat bayi bertumbuh menjadi lebih besar, secara otomatis dia akan tahu di mana dapat menemukan susu dan ia dapat menjangkaunya sendiri. Demikian juga, semakin kita berlatih menerima makanan dari Tuhan, kita menjadi lebih tahu di mana akan menemukannya. Dan selama kita terus “menghisap” makanan rohani dari Tuhan, kita akan mendapatkan lebih banyak, karena Allah memiliki kapasitas yang tidak terbatas untuk memberikannya kepada kita!
-
Ibrani 11:01-13:25 ESV – Iman adalah dasar dari segala sesuatu kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu tidak terlihat. Karena itulah orang-orang tua menerima pujian mereka. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta diciptakan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah tidak terbuat dari hal-hal yang terlihat. Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih diterima daripada Kain, di mana dia dipuji sebagai orang benar, Tuhan memuji dirinya dengan menerima karunia-Nya. Dan melalui iman, meskipun ia meninggal, ia masih berbicara. Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebelum ia dibawa dia dipuji karena menyenangkan hati Tuhan.

Mat 21:22 ESV – Dan apa pun yang Anda minta dalam doa, Anda akan menerima, jika Anda memiliki iman.
Lukas 17:05 ESV – Para rasul berkata kepada Tuhan, “Tambahkanlah iman kami!”

Sumber : Pelita Hidup.com

Wednesday, July 31, 2013

Tempat Teraman: Tinggal Dalam Kehendak Tuhan

Tempat Teraman: Tinggal Dalam Kehendak Tuhan
“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Mazmur 91:1-2

Tidak peduli dimanapun kita berada, bagaimananpun keadaan kita, siapapun diri kita, atau apa yang sedang menentang hidup kita, Tuhan akan menjaga kehidupan kita jika kita hidup di dalam kehendakNya.

TInggal di dalam kehendak Tuhan merupakan hal yang paling menyenangkan dan kita dapat mengalami hal-hal yang menyenangkan juga.

Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.” Amsal 18:10

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”” Mazmur 91:1-2

Jangan keluar dari lingkaran kehendak Tuhan dan perlindunganNya, atau Dia akan mengijinkan iblis untuk mencobai kita (red: baca kisah Ayub). Ada saatnya kita menderita akibat kesalahan kita sendiri, kecerobohan, malas berdoa, terburu-buru melangkah, dan ketidaktaatan kepada Allah.
Tuhan memegang teguh aturan dan hukum-hukum yang telah Dia tetapkan. Dan Dia tidak dapat melindungi kita jika kita melanggar peraturanNya. Ketika kita keluar dari kehendakNya, Dia bahkan mengijinkan kita untuk dicobai oleh iblis.

(Doa:) Tolong kami agar tetap dekat denganMu ya Tuhan dan tinggal dalam kehendakMu. Agar kami tidak takut dan tetap yakin bahwa kami ada dalam perlindungan, pemeliharaan dan berkat-berkatMu. Biarlah kami tetap taat dan melakukan kehendakMu ya Bapa. Amin.

Sumber: letjesushelpyou.com

Tuesday, July 16, 2013

Lakukanlah Yang Terbaik, Tuhan Akan Mengerjakan BagianNya

Lakukanlah Yang Terbaik, Tuhan Akan Mengerjakan BagianNya“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Matius 7:7-8

Tuhan mengharapkan agar kita dapat melakukan semua yang bisa kita kerjakan dan Dia akan melakukan hal yang tidak bisa kita kerjakan. Ketika Yesus pergi untuk membangkitkan Lazarus dari kematian, Dia berkata kepada orang banyak, “Angkat batu itu” (Yohanes 11:39).

Dia bisa saja menggulingkan batu itu dengan kuasaNya, atau Dia bisa saja membuat Lazarus berjalah menembus batu itu. Lalu mengapa harus mereka yang mengangkat batu tersebut? Mengangkat batu dan memindahkannya dari pintu kuburan merupakan hal yang dapat mereka kerjakan pada saat itu. Mereka tidak dapat membangkitkan Lazarus dari kematian, tetapi mereka dapat memindahkan batu itu.
Yesus berkata bahwa kita harus meminta, mencari dan mengetuk.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Matius 7:7-8

Tetapi kalau kita tidak mencari, maka kita tidak akan menemukan. Mungkin sembilan dari sepuluh pintu yang kita coba terkunci semuanya. Kita hanya perlu mencari satu pintu yang terbuka. Untuk itu kita harus melakukan yang dapat kita kerjakan. Kita tidak dapat hanya duduk dan berkata, “Tuhan, bukakan jalan bagiku!” Tuhan berharap agar kita tidak sekedar berdoa saja, tetapi juga untuk keluar, mengerjakan sesuatu dan mencari terus.

Jika kita melakukan hal yang terbaik dan mematuhiNya, Tuhan akan melakukan segalanya bagi kita. Dia akan membuat hal-hal yang luar biasa yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Tuhan, tolonglah kami untuk mengingat pesan penting ini tentang melakukan hal yang dapat kami kerjakan, lalu mempercayai Engkau untuk melakukan bagianMu. Tolong kami untuk mempunyai iman yang teguh di dalam Engkau, sekaligus juga memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal yang dapat kami kerjakan dan terus berjalan maju.

Sumber : Pelita Hidup.com

Friday, July 5, 2013

Tangan Tuhan

tangan-tuhanOrang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” ” Mazmur 91:1-2
 
Dunia sedang mengalami begitu banyak krisis. Di masing-masing belahan dunia mempunyai krisisnya tersendiri. Baik itu krisis ekonomi, krisis enerji, dan banyak lagi. Krisis yang sedang melanda seluruh dunia adalah global warming (pemanasan global). Pemanasan suhu di permukaan bumi ini tidak bisa dihindari. Ini diakibatkan oleh pemakaian bahan kimia CFC yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon. Dunia semakin terancam keberadaannya. Tidak ada lagi tempat yang aman. Hanya satu tempat dimana kita mendapat perlindungan, yaitu dalam naungan tangan Tuhan. 

Ada kalanya berbagai masalah dan pencobaan yang kita hadapi membuat kita takut dan gentar. Tetapi pemazmur dalam Maz 91:9-10 mengatakan bahwa ketika kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan dan perteduhan kita, maka malapetaka tidak akan menimpa kita. Bahkan Tuhan memerintahkan para malaikatNya untuk menjaga segala jalan kita (Maz 91:11).

Dia tidak pernah melepaskan tanganNya dari hidup kita, asalkan kita senantiasa hidup berkenan di hadapanNya. TanganNya senantiasa menjagai kita dari segala kecelakaan.

Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! Maz 31:15-16. 

Krisis apapun boleh terjadi di dunia ini, tetapi sebagai umatNya, Tuhan senantiasa melindungi hidup kita. Hidup kita senantiasa ada di dalam tangan Tuhan. Tidak ada satupun yang dapat mengganggu sehelai rambut kita tanpa seijinNya.

Jadikan Tuhan sebagai tempat perlindunganmu, maka tanganNya akan selalu melingkupi hidup kita.

Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.”Maz 20:7

Sumber : Pelita Hidup.com

Wednesday, June 5, 2013

Berani Menyatakan Kebenaran !

 
Matius 3:1-12

"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." Matius 3:8

Sebagai hamba Tuhan biarlah kita memiliki kerendahan hati dalam pelayanan karena semua itu adalah anugerah Tuhan semata. Jika dipercaya dan dipakai olehNya, itu bukan karena kuat dan gagah kita, bukan karena kita pintar dan bukan karena kita kaya. Jadi tidak ada alasan sedikit pun untuk kita menjadi sombong, apalagi sampai mencari hormat dan pujian dari manusia. Tugas kita adalah menyatakan kebenaran dan membawa umat kepada pertobatan.

Sarana dan prasana di mana seseorang berkhotbah itu tidak penting. Buktinya Yohanes pembaptis tidak berkhotbah di tempat-tempat yang besar atau gereja yang megah, tapi justru berkhotbah di padang gurun Yudea. Baginya yang penting adalah menyelesaikn tugas dan misinya bagi Kerajaan Sorga. Tuhan Yesus sendiri "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia." (Filipi 2:6-7), demi menyelesaikan tugas dari Bapa, bahkan Ia taat sampai mati di atas kayu salib. Dalam pelayanan pun Yohanes pembaptis adalah seorang yang tegas. Dia berkata, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 3:2). Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak takut untuk menyerukan supaya semua orang bertobat; ia tidak takut menelanjangi dosa-dosa manusia; ia tidak takut menegakkan kebenaran Injil, sebab jika manusia tidak segera bertobat mereka akan mengalami kebinasaan kekal, sebab "...upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Satu-satunya jalan memperoleh keselamatan kekal adalah percaya kepada Yesus Kristus, bukan yang lain, karena Dialah satu-satunya jalan keselamatan itu. Tertulis: "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah 4:12).

Bukankah kita seringkali takut dan malu menyerukan kata pertobatan? Kita tidak berani menyinggung dosa secara terang-terangan karena kita takut dibenci dan dijauhi oleh teman atau rekan bisnis. Jika dengan tegas menegur dosa, kita takut tidak diundang lagi untuk berkhotbah sehingga isi khotbah kita pun hanyalah berbicara tentang berkat, berkat dan berkat.

Jangan pernah takut menyerukan kebenaran Injil karena Roh Kudus turut bekerja dan menyertai kita!
 
Sumber : Allah Beserta Kita

Tuesday, May 21, 2013

Kembali Kepada Kasih Yang Semula

 
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:2-5

Menjadi pengikut Kristus tentunya merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Kita dapat melayani Dia dalam kehidupan kita. Tidak hanya pelayanan di gereja saja, tetapi dalam keluarga, pekerjaan dan di lingkungan kita, kita dapat tetap melayani Tuhan. Ketika kita mengasihi keluarga kita, kita juga ikut melayani Tuhan. Ketika kita bekerja dengan sungguh-sungguh, maka kita juga ikut melayani Tuhan. Ketika kita bersosialisasi dan membantu sesama kita di lingkungan, maka kita juga ikut melayani Tuhan di sana.

Setiap tindakan dan perilaku kita yang mencerminkan kasih Kristus akan menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita. Ketika teman kita berada dalam masalah, kita memberikan penghiburan, dorongan dan kata-kata motivasi sehingga dia dapat bangkit kembali dari keterpurukan. Ketika kita menolong orang-orang yang berada dalam kesusahan, mereka mendapatkan kebahagiaan dari pertolongan yang kita berikan. Dan masih banyak lagi hal yang dapat kita lakukan untuk dapat menjadi saksi Kristus di dalam kehidupan kita.

Tetapi seiring dengan perjalanan kita mengikut Tuhan, semua hal yang awalnya kita lakukan dengan semangat yang menyala-nyala, pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan rutin. Dan bahkan menjadi kebiasaan yang membosankan bagi kita untuk dilakukan. Pada akhirnya kita menjalankan semua pelayanan kita hanya karena formalitas saja, supaya orang melihat bahwa kita masih melayani sesama kita baik di gereja, di kantor, di lingkungan, di keluarga dan lain-lainnya.

Secara fisik kita tetap melakukan apa yang dilihat orang sebagai pelayanan atau melayani pekerjaan Tuhan. Tetapi jauh di dalam hati kita sudah tidak ada lagi semangat, passion dan kerinduan yang dalam untuk menjalankannya. Bahkan kegiatan yang kita lakukan justru menjadi beban berat bagi hidup kita.

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.



Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4-5

Satu hal yang perlu kita ingat bahwa ketika kita melayani Tuhan dan pekerjaanNya, maka kita harus tetap membawa Kristus hidup di dalam hati kita. Roh di dalam kita harus senantiasa menyala-nyala agar setiap yang kita kerjakan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Ketika kita melakukannya hanya karena formalitas atau rutinitas biasa saja, maka kita sedang dalam posisi mundur/menjauh dari Tuhan. Oleh karen itu kita harus kembali lagi kepada Tuhan. Kita harus memperbaiki hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Kita harus mendekat lagi kepada Tuhan agar kasih Kristus dapat kembali memenuhi hidup kita.

Ingatlah kembali ketika kasih yang mula-mula itu memenuhi hidup kita. Betapa bersemangatnya kita menjalani kehidupan pada masa itu. Betapa antusiasnya kita melayani Tuhan dimanapun kita berada.

“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” Yakobus 4:8a

Tuhan senantiasa menunggu kita datang kembali kepada Dia. TanganNya selalu terbuka bagi kita, bahkan dalam kondisi hidup kita yang buruk sekalipun. Mari kembali kepada kasih yang semula itu. Berdoa dan mintalah kepada Tuhan agar Dia memperbaharui kita dengan kasihNya yang baru. Mintalah agar kasihNya memulihkan dan membasahi hati kita yang mulai kering. Mintalah agar RohNya dapat memenuhi kembali hidup kita dan menyegarkan hidup kita, sehingga kita mendapat semangat yang baru dalam menjalani kehidupan kita.

Begitu banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Kristus dialirkan melalui kehidupan kita. Begitu banyak jiwa juga yang masih berada dalam kegelapan dan butuh akan terang kebenaran Kristus memancar dari hidup kita. Mari kembali kepada kasih Tuhan dan jadikan hidup kita sebagai saksi dan teladan Kristus. Haleluya!

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” Wahyu 7:15-17

Sumber : Pelita Hidup.com

Saturday, April 20, 2013

Setelah Sukses… Berartikah Saya?

Anda pernah mendengar kisah Rick Waren, penulis buku: “The purpose driven life” yang terkenal itu? Dalam wawancara yang dilakukan oleh Paul Bradshaw, Rick Waren mengemukakan tentang tujuan hidupnya, apa yang ia dan istrinya dapatkan dalam menghadapi penyakit kanker yang diderita istrinya sampai kepada ketenaran yang didapatkannya karena buku yang ditulisnya terjual 20 juta copy. Tetapi lebih dari pada pengalaman hidupnya, komitmen hidupnya pun sangat luar biasa. Ia mengatakan, walaupun dia mendapatkan banyak uang dari penjualan bukunya, ia dan keluarganya tidak akan merubah gaya hidup mereka. Anda bisa membayangkan, 20 juta copy terjual! Ia bukan saja menjadi tenar tapi juga kaya mendadak.. Saya teringat akan John Wesley yang pernah berkata, “Penghasilan bertambah tidak seharusnya pengeluaran bertambah, tetapi pemberian yang meningkat”. Dan sepanjang hidupnya ia telah memberikan sekitar 30 juta poundsterling yang dihasilkan selama hidupnya!

Kita sering mendengar orang berkata bahwa hidup sekarang ini susah, segala sesuatu serba mahal, belum lagi gaji tidak kunjung naik! Dizaman yang susah begini, pernahkah Anda menanyakan kepada diri Anda sendiri, bagaimana jika Anda tiba-tiba mendapat suatu keuntungan besar dan menjadi “Orang Kaya Baru”. Apa yang akan Anda lakukan? Saya pernah menyaksikan infotainment di televisi, beberapa artis yang kaya mendadak karena ketenaran dirinya ataupun ketenaran pasangannya, langsung mengubah gaya hidup mereka. Mungkin Anda juga akan mengubah gaya hidup Anda; pindah ke perumahan elite, membeli mobil baru, dlsb. Impian sudah menjadi kenyataan!

Anda ingin tahu apa yang dilakukan Rick Waren dengan kekayaannya? Rick dan istrinya, Kay Waren, menyumbangkan 90% dari penghasilan mereka kepada 3 yayasan; “Acts of mercy”, yang melayani mereka yang menderita AIDS, “equipping the church”, yang melatih pemimpin-pemimpin gereja dinegara berkembang dan “The Global Piece Fund”, yang membantu mereka yang miskin, yang sakit dan yang buta huruf. Rick juga berhenti menerima gaji dari gereja tempat dia melayani atas keinginannya sendiri. Kemudian dia juga menghitung kembali semua gaji yang telah dia terima selama 24 tahun terakhir sejak dia memasuki gereja dan mengambalikanya. “Melayani Tuhan tanpa memungut bayaran”, katanya.

Tentu saja, Anda tidak harus menjadi kaya dahulu untuk melakukan apa yang Rick Ware lakukan. Lihatlah saudara-saudar seiman Anda di gereja Anda, mereka membutuhkan perhatian Anda, mereka butuh doa Anda. Jika Anda tidak mempunyai kekayaan untuk diberikan, mengapa tidak memberikan waktu Anda? Mari kita “melayani Tuhan tanpa memungut bayaran” dengan segala kekuatan yang ada pada kita, uang kita yang tidak seberapa, waktu yang semua orang sama banyaknya, yaitu 24 jam. Kita mungkin tidak memiliki kekayaan sebesar Rick Waren, tapi kita bisa memiliki iman seperti Rick Waren. Marilah kita melayani Dia, Si Pemberi Hidup!

DOA: Tuhan , ajarlah aku agar dapat menguasari diriku dan tidak ikut arus dunia ini. Aku ingin agar aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Hanya dibutuhkan sebuah komitmen untuk melayani sesama.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India