Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, August 10, 2013

Meraih Keberhasilan Bersama Yesus

“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.” 2 Tawarikh 26:4-5

Uzia diangkat menjadi raja Yehuda pada saat berumur enam belas tahun. Dan ia memerintah selama lima puluh dua tahun lamanya di Yerusalem. Tuhan menyertai dia dan membuat segala usahanya menjadi berhasil.

Lima puluh dua tahun bukan merupakan waktu yang sebentar. Pada waktu itu, tidak banyak orang yang bisa menjadi raja dan memerintah cukup lama. Tetapi Uzia melakukannya sejak ia masih muda.
Banyak orang yang merasa bahwa mereka tidak cukup pengalaman dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka. Mereka merasa tidak mempunyai cukup keahlian, pengetahuan, ketrampilan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan masih banyak lagi alasan.

Tidak sedikit juga yang menolak tugas-tugas baru yang diberikan kepada mereka, karena merasa tidak percaya diri dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih besar.

Uzia menerima tanggung jawab yang besar pada usia yang masih belia. Tetapi dia tidak takut dan gentar dalam menerima dan menjalankan tugas baru tersebut. Dan kita dapat melihat bahwa dia berhasil memerintah dalam waktu yang cukup lama.

Apa yang menjadi kunci keberhasilan Uzia selama menjadi raja?

1. Melakukan apa yang benar di mata Tuhan

Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN” 2 Tawarikh 26:4a

Uzia hanya perlu melakukan hal yang benar di mata Tuhan. Dia tidak melihat umurnya sebagai suatu kekurangan. Tetapi dia tetap fokus melakukan apa yang harus dilakukan, yaitu kebenaran. Dengan demikian, Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah hidupnya. Musuh-musuh dapat dikalahkan dengan mudah, bahkan mereka gentar terhadap Uzia.


Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1:8

Renungkanlah Firman Tuhan setiap hari, maka kita akan tahu apa yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan dan apa yang tidak berkenan di hadapanNya. Lakukanlah apa yang berkenan bagi Tuhan, maka Dia akan menyertai setiap langkah hidup kita.

Dia akan memberi kita hikmat, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat di saat-saat yang genting. Dia akan memberikan kita keberanian, sehingga kita dapat melangkah dengan iman untuk meraih keberhasilan. Dan Dia akan memberikan kita keberuntungan, sehingga kita dapat senantiasa berhasil dalam setiap tindakan kita.

2. Mencari Tuhan

Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah.” 2 Tawarikh 26:5a

Uzia senantiasa mencari Tuhan pada masa pemerintahannya, dan dia belajar untuk takut akan Tuhan. Tuhan menjadi fokus hidupnya selama dia memerintah. Dia mengutamakan Tuhan dalam tiap langkahnya. Dia mengerti bahwa dengan mencari Tuhan, maka dia akan menemukan sumber dari segala hikmat yang pernah ada di muka bumi ini.

Uzia mendapatkan hikmat, kebijaksanaan dan pengetahuan yang dia perlukan untuk memerintah sebagai raja. Semuanya itu dia peroleh dengan cara mencari Tuhan.

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Amsal 1:7

untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda–

baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan– untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.” Amsal 1:2-6

Kita mungkin tidak memiliki cukup pengetahuan, pengalaman dan kepandaian untuk melakukan suatu tanggung jawab yang besar yang ada di depan kita. Tetapi ketika kita rajin mencari wajah Tuhan, maka Tuhan akan memberikan hikmat dari segala hikmat yang membuat kita dapat menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan yang besar.

Tiada yang mustahil bagi Tuhan, Dia akan bekerja di dalam hidup kita, sehingga kita akan sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar. Jangan takut atas apa yang sedang kita hadapi. Carilah wajah Tuhan, maka Dia akan memberikan keberhasilan bagi tiap langkah hidup kita.

Lakukanlah apa yang benar di mata Tuhan dan carilah Tuhan selama Ia masih berkenan ditemui. Maka kita akan melihat banyak pintu-pintu yang dibukakan bagi jalan kita. Kita akan melihat keberhasilan demi keberhasilan di dalam hidup kita. Apa yang kelihatannya mustahil bagi manusia, Tuhan akan membuat menjadi mungkin di dalam hidup kita. Raihlah keberhasilan bersama dengan Tuhan. Haleluya!

“Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati.” 1 Tawarikh 22:13

Sumber : Pelita Hidup.com

Tuesday, June 4, 2013

Pelaku Firman Tuhan : Pasti Diberkati Tuhan!

Ulangan 7:12-26
"Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu." Ulangan 7:14.

Menjadi kaya dan memiliki materi yang berlimpah bagi orang percaya bukanlah dosa! Tuhan sendiri berjanji bahwa berkat adalah bagian dari kehidupan orang percaya, "Aku (Yesus) datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b). Namun yang harus diperhatikan adalah jangan sampai hati kita hanya terfokus pada kekayaan dan menjadikan kekayaan itu sebagai sandaran dan pengharapan kita, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius 6:21). Sebaliknya, "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu..." (Amsal 3:9).

Dalam pembacaan hari ini ditegaskan bahwa Tuhan berjanji akan memberkati umatNya. Pastilah Tuhan tidak akan membiarkan orang benar hidup dalam kekurangan, meski terkadang Ia mengijinkan itu terjadi supaya kita belajar untuk percaya dan bergantung penuh kepadaNya. Namun jangan sekali-kali menjadikan Tuhan sebagai sumber untuk mencari kekayaan seperti orang-orang yang pergi ke gunung kawi, kuburan atau dukun. Kalau itu yang menjadi motivasi kita mencari Tuhan, kelak kita akan kecewa. Tuhan memberkati kita melimpah supaya hidup kita menjadi kesaksian bagi banyak orang, bukan untuk memuaskan keinginan kita; Tuhan juga tidak ingin kita mengutamakan berkatNya melebihi PribadiNya yang adalah Sang Pemberi berkat itu sendiri; Tuhan memberkati kita sebagai bukti bahwa Ia sangat mengasihi kita; Tuhan memberkati kita untuk menegaskan bahwa Dia sanggup memelihara hidup kita sebagaimana tertulis: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:19).

Ada satu hal yang seringkali kita lupakan, bahwa untuk menikmati berkat-berkat Tuhan ada syaratnya, "...karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu." (Ulangan 7:12). Perhatikan ini dengan sungguh!

Untuk diberkati Tuhan, syaratnya simple, yaitu setia mendengar firmanNya dan melakukannya.

Monday, April 22, 2013

Memeriksa Diri Sendiri

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFoWLgnf16mUaMYySw7F-JYUJopE2Zkr3X4iz2l7epFxQts0lPrWGvEMsuLUvbY0bKunGC8FORQLMO96fHEHqEUPwO9_0RzV-9G9-jWYw0zDxAWFQsNgRjVkKxp6FEwlOMQrnP6oFR_mo/s1600/images.jpegAyat bacaan: 2 Korintus 13:5
======================
"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."

Sikut menyikut antar politikus merupakan tontonan yang setiap hari bisa kita saksikan di televisi. Betapa mudahnya orang menyudutkan orang lain dan bertindak seolah-olah diri mereka paling bersih, paling jujur dan paling sempurna. Ini merupakan gambaran dari sikap manusia yang memang jauh lebih mudah untuk menunjuk orang lain ketimbang memeriksa diri sendiri. Padahal ketika kita menunjuk, satu jari menuju ke orang sementara ada tiga jari yang menuju ke diri kita sendiri bukan? Menilai keburukan orang lain itu sangat mudah. Yang sulit justru menilai diri sendiri. Ketika kita menilai keburukan orang lain, sudahkah kita memeriksa diri kita sendiri?

Mari kita lihat apa yang diingatkan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus berkata: "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji." (2 Korintus 13:5). Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa kita seharusnya lebih memprioritaskan untuk menyelidiki diri kita sendiri terlebih dahulu ketimbang terburu-buru menilai apalagi menghakimi orang lain. Dalam kondisi fisik kita saja itu penting. Bayangkan bagaimana resikonya jika kita tidak pernah memeriksa kesehatan kita, tidak pernah berolahraga tapi terus membiarkan hal-hal yang merusak kesehatan kita bergantian masuk menghancurkan diri kita. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya bukan? Apalagi jika kita mengacu kepada kondisi rohani kita. Bayangkan ada berapa banyak bahaya yang tidak tersaring apabila kita tidak pernah memperhatikan dengan seksama segala sesuatu yang masuk ke dalam diri kita. Ketika kita berani menguji atau memeriksa diri sendiri, itu artinya kita berani melihat segala sesuatu dari diri kita, yang baik maupun yang buruk. Itu artinya kita berani melihat kelemahan kita sendiri. Dengan mengetahui kelemahan kita, disitulah kita akan dapat mengambil langkah untuk melakukan perbaikan. Dan hasilnya jelas, daya tahan kita secara rohani akan lebih kuat, lebih tahan uji dibandingkan orang yang tidak pernah peduli terhadap keselamatan dirinya sendiri, terlebih orang yang hanya suka menilai kelemahan atau keburukan orang lain.

Yesus sendiri mengajarkan hal yang sama. "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3). Bagaimana kita bisa menilai keburukan orang lain jika diri kita sendiri masih belum sempurna? Dan Yesus pun menyebut orang yang demikian sebagai orang yang munafik. "Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (ay 5). Kita harus berhati-hati dalam mengeluarkan perkataan mengenai orang lain, karena salah-salah kita akan terjebak kepada proses menghakimi yang akan merugikan diri kita sendiri. "Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (ay 2).

Manusia memiliki kecenderungan untuk merasa lebih pandai untuk menilai orang lain ketimbang memeriksa dirinya sendiri. Oleh karena itulah kita harus benar-benar menjaga diri kita untuk tidak terjebak kepada perilaku seperti ini. Hal ini sungguh penting, begitu pentingnya bahkan Tuhan pun mau membantu kita untuk menyelidiki hati kita, seberapa banyak masalah yang masih bercokol disana yang bisa menghambat pertumbuhan iman kita. Firman Tuhan berkata "Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin.." (Yeremia 17:10). Dan Daud pun pernah meminta Tuhan untuk menguji dan memeriksa dirinya. "Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku." (Mazmur 26:2). Dalam kesempatan lain ia berkata "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (139:23-24). Daripada sibuk melihat keburukan orang lain, sebaiknya kita mau dengan segala kerendahan hati dan kejujuran memeriksa diri kita sendiri. Apabila kita masih menemukan hal-hal yang bisa menghambat pertumbuhan dan merusak kesehatan rohani di dalam diri kita, seharusnya kita dengan tulus mengakuinya dan membereskannya secepat mungkin agar hati kita tetap berada dalam kondisi sehat.

Daripada sibuk mengumbar keburukan orang lain lebih baik memeriksa diri kita sendiri 

Sumber : Renungan Harian Online

Tuesday, February 12, 2013

Jangan Sia-Siakan Hidupmu

Ada seorang penulis yang sedang memperhatikan apa pun yang dikerjakan oleh orang-orang di sekitarnya. Setiap pagi dia melihat seorang anak kecil berangkat ke sekolah mengenakan seragam merah putih.

Lalu iya berjalan ke sawah, dilihatnya seorang petani sedang membajak sawahnya sebelum menanaminya dengan bibit padi. Dia juga melihat ada seorang wanita yang rajin berjualan kue yang dijajakn dari pintu-ke pintu.

Puluhan tahun telah ia lalui dengan pengamatan yang sama terhadap seorang anak kecil, petani, dan seorang penjual kue. Ada yang berbeda dari mereka. Seorang anak kecil yang dulunya berseragam merah putih, kini telah menjadi seorang pengusaha. Seorang petani masih sama dengan pekerjaannya yaitu menanam padi dan menuai beras sehingga penulis itu masih bisa menikmati nasi setiap hari. Sedangkan untuk seorang penjual kue kini telah memiliki toko yang besar hasil dari keuletannya.

Segala sesuatu yang kita kerjakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil yang maksimal. Jangan sia-sia waktu yang kita miliki. Bila kita ingin menuai esok hari, maka kita harus menaburnya dari sekarang.

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.
( Amsal 13:4 )


Sumber : Renungan Harian Kristen

Tuesday, February 5, 2013

Hanya Bergantung Pada Tuhan

Rahasia Menjadi Kuat dalam Hidup

menjadi kuatTolonglah kami ya Tuhan, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar
( 2 Tawarikh 14:11 )

Sebuah dongeng kuno dari Indonesia menceritakan tentang seekor kura-kura yang dapat terbang. Ia menggigit sebatang kayu yang dibawa oleh dua ekor angsa. Pada saat kura-kura itu mendengar orang-orang dari darat yang melihatnya berkata, Wah, cemerlang sekali ide angsa-angsa itu! harga dirinya sangat terluka sehingga ia berteriak, Itu ideku! Tentu saja ia jadi kehilangan pegangan. Harga dirinya telah menjadi kehancuran bagi dirinya.

Selama empat puluh satu tahun, Asa menjadi raja yang kuat dan rendah hati. Ia membawa kedamaian dan kemakmuran bagi kerajaan Yehuda. Dan pada tahun-tahun awal pemerintahannya, Asa menaikkan doa demikian, Ya Tuhan, selain daripada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya Tuhan, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar (2Tawarikh 14:11).

Namun pada akhir pemerintahannya, ketika pasukan kerajaan Israel bagian utara menyerangnya, Asa mencari pertolongan dari raja Siria dan bukannya dari Allah. Karena kebodohannya, pemerintahannya melemah dan bangsanya mengalami peperangan. Apa yang salah dalam hal ini? Karena bangga dengan keberhasilan masa lalu, Asa telah lupa bahwa seharusnya ia bergantung pada Tuhan, sehingga Tuhan tak lagi menunjukkan diri-Nya kuat demi kepentingan Asa (2 Tawarikh 16:9).
Allah masih mencari orang-orang yang mengizinkan Dia untuk menunjukkan kekuatan-Nya dalam hidup mereka. Hidup dengan rendah hati dan bergantung pada Allah merupakan ide yang benar-benar cemerlang!

TAK SEORANG PUN LEBIH KUAT DARIPADA SESEORANG YANG BERGANTUNG PADA ALLAH

Sumber : Christian Story.Com

Thursday, January 17, 2013

Mendengarkan Saran Yang Membangun

Kelemahan yang kita miliki, seringkali mengundang banyak saran, kritikan, atau bahkan cibiran. Banyak kata-kata yang membuat kita menjadi lemah dan merasa sangat tidak layak untuk mengerjakan sesuatu. Ada kata-kata yang mampu mencuri semangat, dan ada juga kata-kata yang membangkitkan semangat.

Tuhan memberi kita telinga untuk mendengar, memberi hati untuk menyelidiki dan memberi pikiran untuk mengambil langkah selanjutnya. Mintalah hikmat pada Tuhan ketika ada kata-kata yang melemahkan semangat ataupun iman kita karena tidak semua kata-kata itu membangun.

Jadilah orang yang bijaksana. Dengarkan saran yang membangun dan biarkan kata-kata yang melemahkan itu berlalu. Kita akan menemukan banyak saran dan kritikan yang membangun itu di dalam Firman Tuhan.

Jangan hanya menjadi pendengar. Cobalah untuk belajar berkata-kata dengan baik. Kata-kata yang membangun semangat dan iman untuk orang-orang di sekitar kita. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Saat kita menabur kata-kata yang memberkati, maka Allah Bapa di sorga juga akan melimpahkan berkat-berkatnya kepada kita.

Saturday, July 7, 2012

Rahasia Pacaran Yang Tidak Putus

" kok…hebat yah…bisa pacaran sampai sekian lama dan bisa menikah lagi akhirnya…ck..ck.."
Mungkin ini yang belakangan ini menjadi suatu ungkapan kekaguman kalau ada sepasang sejoli yang membangun hubungan serius (biasanya dikenal sebagai pacaran) bisa bertahan lama awet dan berakhir dengan pernikahan. Mengapa? Karena saat-saat ini sudah menjadi seperti trend (mode) dikalangan anak muda dengan putus-nyambung-ganti. Bahkan istilah "selingkuh" bukan hanya dikenal diantara hubungan suami isteri tapi juga di antara hubungan anak muda yang baru membangun hubunngan lebih serius dari persahabatan. Heran bukan? Di masa hubungan yang biasanya lagi "kangen-kangenan" tapi sudah bisa "bosan" (apalagi nanti setelah menikah). Oleh karena itu tidak heran sebagian orang, lebih aman mengambil posisi "Teman Tapi Mesra (TTM)" atau "Hubungan Tanpa Status (HTS)" kalau sedang bangun hubungan serius dengan seseorang. Pernikahan yang dibangun dari persahabatan akhirnya menjadi sebuah dongeng di abad 22 ini.
Tapi apakah betul begitu? Apakah itu adalah rencana Tuhan bagi anak muda jaman ini untuk masuk ke pernikahan dengan cara putus-nyambung-coba-coba-ganti?
Tentu tidak, karena Pola Tuhan dalam mempersiapkan manusia ciptaanNya untuk masuk dalam pernikahan tidak pernah berubah dari masa ke masa, yaitu: dimulai dari hubungan teman, kemudian bersahabat, tunangan dan masuk dalam pernikahan.
Kalau begitu, apa rahasianya supaya kita sebagai anak muda bisa mengalami indahnya pola Tuhan di tengah pesimisnya dunia akan pola pernikahan yang klasik ini.
Rahasianya ada dalam Firman Tuhan di Pengkotbah 4:12b "tali tiga lembar tak mudah diputuskan.". Dalam dunia dikenal sebuah anyaman tali baru bisa kuat hanya kalau terdiri dari anyaman 3 lembar tali. Jika tali yang terdiri dari anyaman 2 lembar atau lebih dari 3 lembar, maka tali itu tidak akan kuat dan mudah putus. Saat menganyam tali, 3 lembar tali dijajarkan, di mana lembar tali yang berada di tengah tidak bergerak, sedangkan lembar di kiri dan kanan yang bergerak dipilin ke lembar yang di tengah ganti bergantian, terus menerus sampai lembar tali teranyam dari ujung yang satu ke ujung lainnya. Tiga lembar tali yang dimaksud Pengkotbah adalah kedua orang muda yang sedang membangun hubungan dan Tuhan; di mana Tuhan adalah lembar tali yang berada di tengah-tengah. Tuhan adalah lembar yang menjadi pautan lembar tali kiri dan kanan untuk dianyam, lembar di tengah adalah yang menjadi penyatu antara lembar yang kiri dan yang kanan. Tanpa adanya lembar yang di tengah maka lembar kiri dan kanan tidak akan dapat menyatu dengan kuat, tali demikian tidak akan dapat tahan dalam goncangan dan tarikan beban yang besar.
Hubungan dua orang yang sedang "pacaran" tidak akan dapat bertahan jika tidak mempersilahkan Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Tapi sebenarnya dengan menghadirkan Tuhan dalam hubungan mereka (misalnya dalam pacaran tetap menghadiri kegiatan-kegiatan Kristen) tapi tidak pernah melibatkan DIA dalam proses yang berjalan (baik sedang dalam konflik atau tidak), tidak akan berguna; karena itu ibaratnya seperti 3 lembar tali dijajarkan, tapi tali yang di tengah tidak pernah dijalin oleh lembar yang di kiri maupun yang di kanan.
Bagaimana "Melibatkan TUHAN" di masa pacaran?
Praktekkan I.D.E. dengan cara:
* Sadari kehadiranNYA senantiasa di manapun termasuk saat sedang berdua dengan pujaan hati, baik dalam keadaan "happy" maupun dalam keadaan "conflict". Inilah yang disebut IMAN seperti yang dikatakan oleh Ibrani 11:6a "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada…"
* Kalau sudah bisa menyadari kehadiranNYA, langkah berikutnya berdialoglah dengan DIA; baik sekedar curhat hati yang "happy" maupun minta pertolongan saat sedang "conflict". Kalau lakukan ini, maka inilah saat lembar sedang dijalin/dianyam dengan lembar yang di tengah.
* Hasilnya tentu dapat memberikan reaksi (ekspresi) terhadap keadaan "happy" atau "conflict" dengan cara yang benar sesuai dengan kehendakNya. Hasilnya tentu semakin baik. Sebab hanya cara menghadapi konflik yang benar yang justru akan mempererat hubungan antara dua sejoli bukan sebaliknya.

Teori mudah tapi prakteknya susah.
Ya, memang hal di atas pasti hanya akan menjadi mimpi belaka jika pasangan hanya mempraktekkannya sendiri. Untuk bisa melakukan dan mengalami kebenaran dari ayat di Pengkotbah tersebut adalah adanya bantuan orang ketiga yang sanggup membimbing dan memberikan arahan supaya saat sedang emosi tidak stabil tetap tidak salah arah dan salah ambil keputusan. Departemen Penggembalaan Abbalove menyediakan Pelayanan Bimbingan PraNikah (BPN) dengan maksud dan tujuan ini. Bukan hanya pasangan yang telah pasti dengan rencana pernikahannya yang bisa dilayani dan ditolong oleh pelayanan BPN ini, tapi bahkan mulai sejak secara pribadi seseorang mulai tertarik berdoa dan bingung bagaimana untuk bisa merespon dan bersikap dengan benar kepada orang yang telah memikat hatinya, sudah bisa menghubungi nomor telepon contact person tim BPN di masing-masing area. Kami dari Pelayanan Bimbingan PraNikah siap untuk melayani Anda yang rindu untuk mengalami Kebenaran dalam membangun hubungan dengan lawan jenis supaya pada akhirnya menerima BERKAT dan bukan KUTUK.

sumber : abbalove.org

Wednesday, June 27, 2012

Mengatasi Sakit Hati

Tidak selamanya gelap itu ada suatu saat akan terbit mentari yang menghapuskan kegelapan. Sakit hati, ditinggalkan, disakiti, didiskriminasi, dicampakkan, dikhianati, dll merupakan penyebab kesedihan yang dalam. Dalam beberapa kasus hal ini membuat orang mengalami stress yang berkepanjangan bahkan menjadi penghuni rumah sakit jiwa. Untuk menghindari hal demikian diperlukan tindakan membereskan sakit hati sehingga membawa kehidupan masa depan yang penuh harapan.

1. Akui Anda sakit hati
Tindakan mengakui keadaan bahwa anda sakit hati adalah sikap tepat. JIka anda tidak mengakuinya maka tidak akan ada kesembuhan. Tapi jika anda mengakuinya maka akan mudah menemukan jalan keluarnya.

2. Minta Tuhan ampuni
Setelah anda jujur mengakui bahwa anda sakit hati, diperlukan Tuhan untuk menangani kondisi anda. Minta ampunlah pada Tuhan untuk semua dosa anda dimasa lalu dengan pasangan anda, akuilah itu dan minta disucikan dengan darah Yesus, lalu usirlah semua roh jahat penyebab dosa dan minta Tuhan membereskan sakit hati anda.

3. Memberkati orang yang menyakiti
Ini tindakan yang Yesus ajarkan untuk memberkati orang yang menyakiti. Hal ini berat namun mau tidak mau harus dilakukan supaya anda pulih. Berkat yang anda mintakan untuk orang itu akan juga menimpa anda.

4. Kuburkanlah masa lalu
Akan muncul perasaan-perasaan kehilangan, perasaan-perasaan cinta, memori-memori masa lalu yang indah, namun itu akan terus membuat anda sakit hati. Kuburkanlah itu, dan ketika dia muncul dibenak anda, segeralah diusir dalam nama Yesus, karena itu adalah godaan untuk menjerat anda agar kembali sakit hati. Anda harus melawan semua godaan kembali ke Mesir dan nikmati kehidupan baru yang Tuhan sudah siapkan

5. Menangislah keras-keras
Dalam proses mengakui sakit hati, meminta pengampunan, memberkati dan menguburkan masa lalu pasti anda akan sedih. Tidak mengapa kok menangislah keras-keras. Bahkan mungkin anda akan menangis selama seminggu penuh, tidak masalah. Lakukanlah. Tapi setelah itu bangkit kembali. Lihatlah masa depan yang luas yang masih harus anda jalani. Lihat lah sekeliling anda masih ada peluang baru, orang baru, kesempatan baru yang terbuka yang menanti anda untuk terlibat di dalamnya.

6. Melangkah keluar dari masa lalu
Jika memungkinkan kunjungilah tempat-tempat indah anda dan katakanlah dalam nama Yesus aku menguburkan masa laluku dengan dia disini. Ini mungkin harus dengan tertatih tatih anda lakukan bahkan dengan airmata, tapi tidak masalah ini akan menyembuhkan anda dengan segera. Ambillah batu dan buanglah ke air atau ambillah pasir dan benamkan batu itu sebagai lambang anda menguburkan masa lalu anda. Setelah itu tinggalkanlah tempat itu, beralihlah ke tempat lain. Lakukan hal yang sama, kuburkan masa lalu. Lalu kembali lah pulang dan minta air ROH KUDUS membasuh anda, membersihkan anda dan memulihkan anda.

7. Minta Tuhan pulihkan
Tuhan adalah Allah setia, Dia akan sanggup untuk memulihkan anda. Pemulihan akan segera terjadi ketika anda datang kepadaNYA, Dia akan memberikan anda kelegaan karena untuk itulah Dia datang ke dalam dunia yakni melayani mereka yang sakit hati untuk memberikan kepada mereka baju pesta ganti kain kabung.

8. Memulai hidup baru
Mulailah jalani hidup baru, kebiasaan baru, bertemanlah dengan orang-orang baru, jalanilah kehidupan baru. Aktiflah dalam kegiatan social kemasyarakatan, berjalan lah bersama sobat terdekat, berolahragalah, ikutlah ibadad di gereja, hadirilah komsel, buat hobi baru, mulai menulis, bekerjalah dengan semangat baru, peliharalah rasa optimis dan andalkan Tuhan selalu. Kini anda adalah manusia baru. Tidak lah perlu menangisi masa lalu lagi melainkan tersenyumlah akan perubahan yang sudah terjadi. Karena setiap perubahan pasti membawa angin segar bagi anda, yakni angin kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih besar lagi dibanding masa lalu. Selamat menjalaninya. (Hendra Kasenda)

sumber : http://terangdunia.com

Friday, April 13, 2012

Hari Yang Kita Lewati



CUMA ADA TIGA HARI HIDUP DIDUNIA INI 

HARI KEMARIN 
Anda tak dapat mengubah apapun yang telah terjadi.. 
Anda tak dapat menarik perkataan yang telah anda ucapkan,.. 
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan.. 
& mengulangi kebahagiaan yang anda rasakan hari kemarin,.. 
Biarkan hari kemarin lewat,, 
LEPASKAN SAJA.. 

HARI ESOK
Hingga matahari terbit esok hari,
anda tak tahu apa yang akan terjadi
anda belum bisa melakukan apa-apa untuk 
hari esok .. anda tak mungkin tahu, sedih atau ceria di esok hari ... 
Karena esok hari belum tiba... 
Semua masih misteri... 
BIARKAN saja.... 

HARI INI
Pintu masa lalu telah tertutup,, 
Pintu masa depanpun belum tiba.. 
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.. 
Anda dapat mengerjakan banyak hal untuk hari ini,.... 
Bila anda mampu melupakan hari kemarin,, 
& melepaskan ketakutan akan hari esok.. 

HIDUPLAH hari ini.. 
Karena masa lalu & masa depan,,hanyalah 
permainan pikiran yang rumit... 
HIDUPLAH APA ADANYA,, 
Karena yang ada hanyalah hari ini.. 
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan 
hati & rasa hormat... 
Meski mereka berlaku buruk pada anda,.. 
Sayangilah sesorang sepenuh hati hari ini.. 
Karena mungkin esok ceritanya sudah berganti.. 
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan bagi orang lain,.. 

Bukan karena siapa mereka,,tetapi karena 
siapakah diri anda sendiri.. 
Jadi,,jangan biarkan masa lalu mengekang anda,.. 
Atau masa depan membuat anda bingung.. 
Apapun yang anda perbuat,,perbuatlah dengan segenap hati anda, 
sepenuh jiwa raga anda,.. 

Berterimakasihlah pada orang yang telah 
melukai hati anda,,, 
Karena mereka telah membuat hati anda kuat… 

Berterimakasihlah pada orang yg telah membohongi anda,, Karena dia membuat hidup anda makin bijaksana… 


Berterimakasihlah pada orang yang telah 
membenci anda,, Karena dia yang mengasah ketegaran anda,.. 

UCAPAN SYUKUR & KERENDAHAN HATI menjadi dasar dari semuanya itu....

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India