Friday, July 5, 2013

Tangan Tuhan

tangan-tuhanOrang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” ” Mazmur 91:1-2
 
Dunia sedang mengalami begitu banyak krisis. Di masing-masing belahan dunia mempunyai krisisnya tersendiri. Baik itu krisis ekonomi, krisis enerji, dan banyak lagi. Krisis yang sedang melanda seluruh dunia adalah global warming (pemanasan global). Pemanasan suhu di permukaan bumi ini tidak bisa dihindari. Ini diakibatkan oleh pemakaian bahan kimia CFC yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon. Dunia semakin terancam keberadaannya. Tidak ada lagi tempat yang aman. Hanya satu tempat dimana kita mendapat perlindungan, yaitu dalam naungan tangan Tuhan. 

Ada kalanya berbagai masalah dan pencobaan yang kita hadapi membuat kita takut dan gentar. Tetapi pemazmur dalam Maz 91:9-10 mengatakan bahwa ketika kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan dan perteduhan kita, maka malapetaka tidak akan menimpa kita. Bahkan Tuhan memerintahkan para malaikatNya untuk menjaga segala jalan kita (Maz 91:11).

Dia tidak pernah melepaskan tanganNya dari hidup kita, asalkan kita senantiasa hidup berkenan di hadapanNya. TanganNya senantiasa menjagai kita dari segala kecelakaan.

Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! Maz 31:15-16. 

Krisis apapun boleh terjadi di dunia ini, tetapi sebagai umatNya, Tuhan senantiasa melindungi hidup kita. Hidup kita senantiasa ada di dalam tangan Tuhan. Tidak ada satupun yang dapat mengganggu sehelai rambut kita tanpa seijinNya.

Jadikan Tuhan sebagai tempat perlindunganmu, maka tanganNya akan selalu melingkupi hidup kita.

Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.”Maz 20:7

Sumber : Pelita Hidup.com

Wednesday, June 5, 2013

Berani Menyatakan Kebenaran !

 
Matius 3:1-12

"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." Matius 3:8

Sebagai hamba Tuhan biarlah kita memiliki kerendahan hati dalam pelayanan karena semua itu adalah anugerah Tuhan semata. Jika dipercaya dan dipakai olehNya, itu bukan karena kuat dan gagah kita, bukan karena kita pintar dan bukan karena kita kaya. Jadi tidak ada alasan sedikit pun untuk kita menjadi sombong, apalagi sampai mencari hormat dan pujian dari manusia. Tugas kita adalah menyatakan kebenaran dan membawa umat kepada pertobatan.

Sarana dan prasana di mana seseorang berkhotbah itu tidak penting. Buktinya Yohanes pembaptis tidak berkhotbah di tempat-tempat yang besar atau gereja yang megah, tapi justru berkhotbah di padang gurun Yudea. Baginya yang penting adalah menyelesaikn tugas dan misinya bagi Kerajaan Sorga. Tuhan Yesus sendiri "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia." (Filipi 2:6-7), demi menyelesaikan tugas dari Bapa, bahkan Ia taat sampai mati di atas kayu salib. Dalam pelayanan pun Yohanes pembaptis adalah seorang yang tegas. Dia berkata, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 3:2). Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak takut untuk menyerukan supaya semua orang bertobat; ia tidak takut menelanjangi dosa-dosa manusia; ia tidak takut menegakkan kebenaran Injil, sebab jika manusia tidak segera bertobat mereka akan mengalami kebinasaan kekal, sebab "...upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Satu-satunya jalan memperoleh keselamatan kekal adalah percaya kepada Yesus Kristus, bukan yang lain, karena Dialah satu-satunya jalan keselamatan itu. Tertulis: "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah 4:12).

Bukankah kita seringkali takut dan malu menyerukan kata pertobatan? Kita tidak berani menyinggung dosa secara terang-terangan karena kita takut dibenci dan dijauhi oleh teman atau rekan bisnis. Jika dengan tegas menegur dosa, kita takut tidak diundang lagi untuk berkhotbah sehingga isi khotbah kita pun hanyalah berbicara tentang berkat, berkat dan berkat.

Jangan pernah takut menyerukan kebenaran Injil karena Roh Kudus turut bekerja dan menyertai kita!
 
Sumber : Allah Beserta Kita

Tuesday, June 4, 2013

Pelaku Firman Tuhan : Pasti Diberkati Tuhan!

Ulangan 7:12-26
"Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu." Ulangan 7:14.

Menjadi kaya dan memiliki materi yang berlimpah bagi orang percaya bukanlah dosa! Tuhan sendiri berjanji bahwa berkat adalah bagian dari kehidupan orang percaya, "Aku (Yesus) datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b). Namun yang harus diperhatikan adalah jangan sampai hati kita hanya terfokus pada kekayaan dan menjadikan kekayaan itu sebagai sandaran dan pengharapan kita, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius 6:21). Sebaliknya, "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu..." (Amsal 3:9).

Dalam pembacaan hari ini ditegaskan bahwa Tuhan berjanji akan memberkati umatNya. Pastilah Tuhan tidak akan membiarkan orang benar hidup dalam kekurangan, meski terkadang Ia mengijinkan itu terjadi supaya kita belajar untuk percaya dan bergantung penuh kepadaNya. Namun jangan sekali-kali menjadikan Tuhan sebagai sumber untuk mencari kekayaan seperti orang-orang yang pergi ke gunung kawi, kuburan atau dukun. Kalau itu yang menjadi motivasi kita mencari Tuhan, kelak kita akan kecewa. Tuhan memberkati kita melimpah supaya hidup kita menjadi kesaksian bagi banyak orang, bukan untuk memuaskan keinginan kita; Tuhan juga tidak ingin kita mengutamakan berkatNya melebihi PribadiNya yang adalah Sang Pemberi berkat itu sendiri; Tuhan memberkati kita sebagai bukti bahwa Ia sangat mengasihi kita; Tuhan memberkati kita untuk menegaskan bahwa Dia sanggup memelihara hidup kita sebagaimana tertulis: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:19).

Ada satu hal yang seringkali kita lupakan, bahwa untuk menikmati berkat-berkat Tuhan ada syaratnya, "...karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu." (Ulangan 7:12). Perhatikan ini dengan sungguh!

Untuk diberkati Tuhan, syaratnya simple, yaitu setia mendengar firmanNya dan melakukannya.

Tuesday, May 21, 2013

Kembali Kepada Kasih Yang Semula

 
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:2-5

Menjadi pengikut Kristus tentunya merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Kita dapat melayani Dia dalam kehidupan kita. Tidak hanya pelayanan di gereja saja, tetapi dalam keluarga, pekerjaan dan di lingkungan kita, kita dapat tetap melayani Tuhan. Ketika kita mengasihi keluarga kita, kita juga ikut melayani Tuhan. Ketika kita bekerja dengan sungguh-sungguh, maka kita juga ikut melayani Tuhan. Ketika kita bersosialisasi dan membantu sesama kita di lingkungan, maka kita juga ikut melayani Tuhan di sana.

Setiap tindakan dan perilaku kita yang mencerminkan kasih Kristus akan menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita. Ketika teman kita berada dalam masalah, kita memberikan penghiburan, dorongan dan kata-kata motivasi sehingga dia dapat bangkit kembali dari keterpurukan. Ketika kita menolong orang-orang yang berada dalam kesusahan, mereka mendapatkan kebahagiaan dari pertolongan yang kita berikan. Dan masih banyak lagi hal yang dapat kita lakukan untuk dapat menjadi saksi Kristus di dalam kehidupan kita.

Tetapi seiring dengan perjalanan kita mengikut Tuhan, semua hal yang awalnya kita lakukan dengan semangat yang menyala-nyala, pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan rutin. Dan bahkan menjadi kebiasaan yang membosankan bagi kita untuk dilakukan. Pada akhirnya kita menjalankan semua pelayanan kita hanya karena formalitas saja, supaya orang melihat bahwa kita masih melayani sesama kita baik di gereja, di kantor, di lingkungan, di keluarga dan lain-lainnya.

Secara fisik kita tetap melakukan apa yang dilihat orang sebagai pelayanan atau melayani pekerjaan Tuhan. Tetapi jauh di dalam hati kita sudah tidak ada lagi semangat, passion dan kerinduan yang dalam untuk menjalankannya. Bahkan kegiatan yang kita lakukan justru menjadi beban berat bagi hidup kita.

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.



Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4-5

Satu hal yang perlu kita ingat bahwa ketika kita melayani Tuhan dan pekerjaanNya, maka kita harus tetap membawa Kristus hidup di dalam hati kita. Roh di dalam kita harus senantiasa menyala-nyala agar setiap yang kita kerjakan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Ketika kita melakukannya hanya karena formalitas atau rutinitas biasa saja, maka kita sedang dalam posisi mundur/menjauh dari Tuhan. Oleh karen itu kita harus kembali lagi kepada Tuhan. Kita harus memperbaiki hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Kita harus mendekat lagi kepada Tuhan agar kasih Kristus dapat kembali memenuhi hidup kita.

Ingatlah kembali ketika kasih yang mula-mula itu memenuhi hidup kita. Betapa bersemangatnya kita menjalani kehidupan pada masa itu. Betapa antusiasnya kita melayani Tuhan dimanapun kita berada.

“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” Yakobus 4:8a

Tuhan senantiasa menunggu kita datang kembali kepada Dia. TanganNya selalu terbuka bagi kita, bahkan dalam kondisi hidup kita yang buruk sekalipun. Mari kembali kepada kasih yang semula itu. Berdoa dan mintalah kepada Tuhan agar Dia memperbaharui kita dengan kasihNya yang baru. Mintalah agar kasihNya memulihkan dan membasahi hati kita yang mulai kering. Mintalah agar RohNya dapat memenuhi kembali hidup kita dan menyegarkan hidup kita, sehingga kita mendapat semangat yang baru dalam menjalani kehidupan kita.

Begitu banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Kristus dialirkan melalui kehidupan kita. Begitu banyak jiwa juga yang masih berada dalam kegelapan dan butuh akan terang kebenaran Kristus memancar dari hidup kita. Mari kembali kepada kasih Tuhan dan jadikan hidup kita sebagai saksi dan teladan Kristus. Haleluya!

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” Wahyu 7:15-17

Sumber : Pelita Hidup.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India